Proses Memulai Menulis

Menyambung materi selanjutnya tentang menulis. Kali ini membahas cara/ proses memulai menulis sesuai dengan panduan video ketiga dari Pak Cah. Hal pertama yang dibahas adalah Modal menjadi penulis. Yup, menjadi seorang penulis harus memiliki modal.

Modal menulis bukanlah bakat. Namun jika memang diberi bakat menulis ya alhamdulillah. Dalam bukunya Naning Pranoto, penulis senior, disebutkan enam modal menjadi penulis.

1. Tekad mantap untuk menulis

Bertekad untuk menulis, bertekan untuk menjadi penulis. Tekad menjadi modal yang luar biasa. Jika tekad sudah mantap maka semua kendala akan mudah diselesaikan, termasuk jika mood sedang tidak baik.

2. Banyak membaca

Untuk menjadi penulis harus banyak membaca. Buku, artikel, web, blog dan lain-lain. Makin banyak membaca makin banyak modal kita untuk menulis.

3. Banyak bergaul

Menulis bukan berarti mengurung diri di kamar, tidak bergaul, tidak berinteraksi dengan banyak kalangan. Tulisan kita akan lebih realistis, lebih hidup, lebih sesuai kenyataan dan realitas permasalahan hidup jika kita banyak bergaul dan berteman. Menjalin persahabatan tidak hanya dengan orang-orang yang sudah kita kenal, tetapi juga dengan orang-orang baru.

4. Belajar bahasa dan kosakata

Mungkin dalam proses awal menulis kita merasa tidak banyak kosatakata. Sembari berproses menulis kita juga bersedia untuk belajar diantaranya belajar kosakata. Ada tiga cara mempelajari kosakata.

  1. Sesekali waktu membuka kamus sehingga mengerti kosakata-kosakata baru.
  2. Membaca tulisan orang, buku atau karya tulis lainnya. Dengan demikian kita tidak hanya belajar kosakata tetapi juga bagaimana penggunaan kosakata tersebut.
  3. Menuliskan kosakata yang sudah dipelajari.

5. Memiliki sarana untuk menulis

Sarana menulis: laptop, komputer, gadget, smartphone. Jika tidak punya maka bisa menyewa atau pinjam teman. Atau jika tidak memungkinkan maka bisa dengan buku tulis. Lalu bisa dituliskan ulang ketika kita sudah memiliki sarana. Jangan merasa berat untuk membeli sarana menulis.

6. Punya tekad menghasilkan tulisan yang bermutu

Dalam menulis ada tekad untuk membuat tulisan yang bermutu, bermanfaat. Tidak hanya sekedar menulis, tetapi juga bisa bermanfaat.

Tidak semua modal harus dimiliki di awal, tetapi ada modal yang bisa dipelajari sembari proses menulis. Salah satu modal yang harus dimiliki sejak awal adalah tekad menulis. Adapun modal lainnya bisa kita tambahkan sembari menulis.

Kemudian dibahas pula mengenai langkah-langkah dalam proses memulai menulis antara lain:

1. Tentukan bentuk atau jenis tulisan yang akan dihasilkan

Sifat tulisan apakah fiksi atau non fiksi. Satu tema tertentu bisa dibuat fiksi atau non fiksi.

2. Menentukan tema tulisan

Tema atau jenis tulisan bisa dibolak-balik mana yang lebih dulu. Yang pasti harus ada tema dan bentuk tulisan.

3. Tetapkan siapa yang ingin anda sasar/ pangsa pasar

Setiap pangsa pasar memiliki jenis dan corak yang khas. Jika menulis untuk anak-anak maka menggunakan bahasa yang mudah untuk anak-anak misal, font besar-besar, banyak gambar dan lain-lain. Untuk segmen remaja ada gaya penyampaian yang sesuai dengan setting dunia remaja, istilah-istilah, cara penyebutan maupun covernya. Begitu pula untuk sasaran dewasa.

4. Membuat kerangka atau outline tulisan

Kerangka tulisan ada yang tertulis atau hanya ada dalam benak kita. Tapi bagaimanapun kerangka itu harus ada. Misal kerangka karya ilmiah populer berisi pendahuluan, pembahasan isi, penutup. Kerangka itu harus ada dalam frame benak kita meski tidak ditulis.

5. Memulai menulis

Prinsip dalam proses memulai menulis adalah dimulai dari bagian yang paling mudah. Inilah pentingnya membuat kerangka atau outline. Misal saat pak Cah membuat buku Wonderful Love, terdiri 10 bagian. Ada pendahuluan, pengantar, 10 bab, penutup. Setelah membuat outline maka mulai menulis dari hal yang paling mudah. Tidak ada keharusan untuk memulai dari bagian awal (secara urut dari depan ke belakang). Gunanya untuk menjamin kelancaran menulis dan membentuk mood kita karena kita lancar menulis di awal-awal sehingga semangat untuk melanjutkan bagian-bagian selanjutnya. Untuk bagian yang paling sulit kita tulis di paling akhir.

#KMO

#Alineaku

Tulisan ini dipublikasikan di Kelas Menulis Online ALINEAKU dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *