Menulis Semudah Bernafas

Melanjutkan materi tentang menulis berdasarkan apa yang disampaikan pada Kelas menulis Online. Pada bagian kali ini membahas mengenai menulis semudah bernafas. Bernafas itu mudah karena kita tidak perlu berpikir. Menulis menjadi sulit karena kita berpikir karena kita mencampurkan dua pekerjaan menulis dan mengedit. Menulis akan mudah sepanjang kita tidak mencampurkan pekerjaan mengedit dengan menulis. Waktu untuk mengedit membuatuhkan waktu lebih lama daripada menulis. Agar menulis semudah bernafas maka pisahkan antara menulis dan mengedit. Saat menulis lakukan saja, tulis saja. Yang membuat sulit menulis adalah melakukan proses mengedit saat menulis. Saat typo dalam menulis biarkan saja, kata-kata tidak sempurna, titik koma salah, lalui saja. Anda menulis saja dan tidak perlu berfikir. Kunci menulis semudah bernafas adalah pisahkan aktifitas menulis dan mengedit.

Latihan menulis dengan lancar.

Untuk berlatih menulis dengan lancar maka bisa mencoba beberapa tema berikut. Kuncinya tuliskan saja apa yang terlintas dalam benak anda dan jangan berpikir. Sebagai contoh tema berikut:

  1. Kegiatan apa yang anda lakukan kemarin atau aktivitas apa yang anda lakukan kemarin. Kemarin seharian saja ngapain saja. Misal bangun sebelum subuh, lalu sholat, lalu berdzikir, lalu joging, lalu memasak di dapur. Tuliskan sampai anda tidur kembali. Cobalah menulis tanpa memikirkan editing. Waktu menulis hanya menuangkan apa yang ada dalam pikiran anda.
  2. Rencana kegiatan anda besok pagi. Besok pagi akan bangun pagi lalu kegiatan apa saja yang akan dilakukan dari pagi sampai malam. Salah ketik tidak masalah, typo tidak apa-apa, salah kosakata juag tidak masalah.
  3. Baca satu buku lalu tuliskan ulang ringkasannya dengan bahasa sendiri atau meringkas sampai bisa menuliskan dengan lengkap. Ini dilakukan jika tidak punya bahan, bisa meringkas secara keseluruhan atau hanya sebagian saja.
  4. Baca artikel yang ada di website, majalah, koran atau apa saja lalu tuliskan ringkasannya.
  5. Ikuti satu forum misal seminar, pengajian atau yang lainnya. Lalu tuliskan apa yang diingat dalam forum tersebut.
  6. Cobalah mendengar cerita lalu tuliskan cerita tersebut. Sebagai contoh latihan mintalah suami/ istri bercerita lalu tuliskan cerita yang telah anda dengar.
  7. Tontonlah satu film lalu tuliskan inti cerita dari film tersebut atau alur cerita filmnya.
  8. Tulislah riwayat hidup anda. Misal lahir tanggal berapa, kampung asal dimana, sekolah dimana. Atau bisa juga bercerita tentang riwayat keluarga. Ambil salah satu anak anda dan ceritakan mengenai anak tersebut. Menceritakan orang-orang di sekitar anda.
  9. Tuliskan kisah pertemuan pertama kali dengan pasangan. Sesuatu yang berkesan akan selalu teringat dalam jangka waktu yang lama.
  10. Tuliskan kesulitan-kesulitan anda dalam menulis. Apa saja kesulitan yang dihadapi saat akan menulis.

Cobalah untuk memilih salah satu atau beberapa tema lalu lakukan. Jika masih kesulitan dalam menulis maka lakukan metode BRT yaitu Bicara, Rekam dan Transkrip menjadi tulisan. Anda bercerita apa saja lalu anda rekam kemudian dengarkan dan tuliskan hasil rekaman tersebut. Tidak perlu berpikir apakah tulisan berbobot atau bagus. Yang penting belajar menulis dengan cepat. Jangan pikirkan kualitas tulisan.

Jika kita belajar mengemudikan kendaraan maka pasti pada awal akan terasa sulit, terlihat membahayakan orang lain. Tetapi lama-kelamaan akan mahir. Yang penting setelah bisa menulis adalah membiasakan menulis agar insting menulis terasah sehingga ketika akan menulis kita tidak merasa kesulitan.

Jadi kunci menulis semudah bernafas adalah:

  1. Memisahkan aktivitas menulis dan mengedit
  2. Konsentrasi hanya untuk menulis. Tidak perlu memikirkan kualitas.
  3. Membiasakan menulis. Kuncinya adalah menulis, menulis dan menulis.

Selamat menulis….

Tulisan ini dipublikasikan di Kelas Menulis Online ALINEAKU dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *