Melatih Konsistensi

melatih konsistensiPada kesempatan ini kita belajar bagaimana melatih konsistensi dalam menulis. Konsistensi ini banyak dialami oleh penulis pemula. Pada kelas menulis online terdahulu ada sekitar 30 alasan yang menghambat konsistensi menulis. Secara garis besar sebagian alasan terkait dengan manajemen diri seperti tidak bisa mengatur waktu karena sangat sibuk dan hal-hal yang bersifat domestik seperti masih memiliki anak-anak yang masih kecil yang harus banyak perhatian. Ini masalah pribadi dan harus bisa diselesaikan sendiri.

Lalu bagaimana solusi agar kita konsisten menulis dan bisa menikmatinya. Ada lima cara melatih konsistensi menulis:

  1. Milikilah waktu khusus

Setiap hari ada 24 jam waktu yang Allah berikan kepada kita. Cermati kebiasaan kita. Dari 24 jam itu digunakan untuk apa. Apakah tidak ada jeda waktu yang bisa digunakan untuk menulis. Setengah jam atau satu jam atau tergantung keluangan kita masing-masing. Kenali waktu yang paling pas untuk menulis. Tidak ada rumus baku tergantung masing-masing. Sebagai contoh pak Cah memilih waktu selepas subuh untuk menulis. Namun mungkin bagi yang lain jam-jam itu baru sibuk-sibuknya. Maka kenali waktu yang paling pas kemudian tentukan ritmenya. Selanjutnya harus berusaha konsisten dengan waktu tersebut.

  1. Milikilah tempat khusus

Saat kita sudah menetapkan waktu yang tepat untuk menulis maka langkah kedua adalah mencari tempat yang paling nyaman untuk menulis. Semisal ruang kerja, belakang rumah (tempat terbuka) atau ruang yang lainnya. Tempat khusus akan membentuk asosiasi dengan tempat etrsebut sehingga begitu lihat tempat itu akan memunculkan inspirasi untuk menulis.

  1. Milikilah sarana untuk menulis

Sarana menulis bisa beraneka ragam misal komputer, laptop, gadget, buku tulis atau rental. Namun akan lebih mudah konsisten apabila menggunakan sarana yang tetap. Milikilah sarana khusus untuk menulis agar tercipta asosiasi apabila melihat benda atau saran tersebut maka seolah-olah terpanggil untuk menulis. Jika sarana itu belum punya maka jangan sungkan untuk mengadakan sarana tersebut. Jadikan ini sebagai modal sebagaimana modal-modal usaha yang lain. Apabila nanti sudah konsisten menulis maka menggunakan sarana apapun pasti bisa. Namun untuk melatih konsistensi maka gunakan alat yang khusus.

  1. Milikilah tujuan khusus

Tujuan menulis itu banyak, namun pilihlah satu tujuan diantara tujuan-tujuan menulis tersebut. Bertanyalah pada diri sendiri kenapa harus menulis. Dengan memiliki tujuan khusus maka akan memiliki motivasi yang kuat, semkain memberi kekuatan untuk menulis.

  1. Paksakan untuk terus menulis

Setelah keempat hal tersebut dilaksanakan maka yang terakhir adalah paksakan diri untuk terus menulis. Pada waktu yang telah ditentukan, pada tempat yang telah dipilih, dengan sarana khusus dan berpegang pada tujuan khusus yang ditetapkan. Jika semua ini telah dilakukan insya Allah menulis akan menjadi semudah bernafas.

Ditulis pada Kelas Menulis Online ALINEAKU | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Menulis dengan Emosi

Yang dimaksud dengan menulis dengan emosi adalah menulis dengan melibatkan emosi sehingga tulisan akan masuk ke hati dan lebih mengena. Menulislah dengan hati kemudian perbiaki tulisan dengan pikiran. Menulis dengan hati artinya menulis dengan emosi bisa berupa perasaan haru, bahagia, sedih, perasaan menderita, sengsara. Ketika tulisan itu produk pikiran semata maka hanya akan sampai pikiran pembaca. Tetapi ketika tulisan itu melibatkan hati maka juga akan sampai ke hati.

Ada tiga hal terkait dengan menggali agar tulisan kita menjadi tulisan yang bisa digolongkan menulis dengan hati.

  1. Bisa menuliskan berdasarkan pengalaman anda.

Pada saat menuliskan pengalaman pribadi cobalah untuk memanggil kembali perasaan yang dialami saat pengalaman itu terjadi. Ketika menulis pengalaman pribadi dengan hati maka pembaca juga akan merasakan hal yang serupa sepanjang membaca juga dengan hati (diresapi). Karena saat ini berkembang juga metode membaca secara cepat namun itu hanya menelan kata-kata bukan meresapi kata-kata.

Intinya adalah bangkitkan memori yang anda alami lalu tulislah secara langsung sesuai apa yang dirasakan. Saat merasa sedih maka tulislah meski harus dengan berurai air mata. Selain pengalaman pribadi, pengalaman orang lain bisa juga menjadi bahan tulisan.

  1. Berdasarkan minat pada hal-hal tertentu.

Tulisan berdasarkan minat atau kecenderungan terhadap hal-hal tertentu. Ketika menulis sesuatu yang disukai maka akan memotivasi untuk menggali informasi lebih dalam dengan berinteraksi dengan objek tulisan. Bisa dengan mengamati atau terlibat langsung dengan keseharian mereka.

  1. Ketika ingin menyampaikan sebuah pesan.

Pesan tertentu yang dengan pesan tersebut penulis berharap pembaca mengikuti emosi tersebut. Sebagai contoh provokasi yang bisa dilakukan dengan media. Untuk membakar emosi bisa berupa kata-kata yang dipilih, tanda baca yang digunakan atau ilustrasi yang ditampilkan sehingga orang akan terprovokasi tanpa kroscek terlebih dahulu. Tapi saat hal itu dikelola secara positif maka hal itu akan membawa manfaat yang luas. Untuk melakukan hal ini maka mulailah menulis dengan hati kemudian disempurnakan dengan pikiran.

Demikian tiga hal yang bisa dilakukan agar dapat menulis dengan emosi. Tulisan yang dibuat dengan hati maka akan mampu menggugah hati pembacanya.

#KMO

#Alineaku

Ditulis pada Kelas Menulis Online ALINEAKU | Tag , | Tinggalkan komentar

Cara Install Printer HP Laserjet 1010 pada Windows 7

HP laserjet 1010Hampir semua komputer saat ini menggunakan operating system Windows 7, yang lebih cepat dan lebih aman dibandingkan dengan Windows XP, juga karena instalasi hardware yang lebih mudah. Namun ternyata tidak semua hardware dapat di install dengan Windows 7. Contohnya printer lama semisal HP laserjet 1010. Jika kita install dengan driver bawaan dipastikan tidak dapat digunakan karena driver yang ada hanya untuk Windows XP ke bawah, sedangkan untuk Windows 7 tidak ada drivernya karena memang tidak ada pengembangan driver untuk Windows 7.

Nah agar printer laserjet 1010 dapat digunakan di Windows 7 maka ada beberapa langkah instalasi yang harus dilalui. Caranya sangat mudah dan simpel.

  1. Silahkan Download driver HP Laserjet 1010 untuk windows XP dari situs resmi di link berikut ini. Lalu lakukan instalasi dengan driver bawaan. Dipastikan tidak akan sampai terinstal dengan benar. Akan ada error karena tipe driver tidak sesuai dengan windows 7. Biarkan saja dan klik finish atau OK.
  2. Silahkan Klik Start – Devices and Printers
  3. Klik  Add a printer, lalu klik Add a local printer
  4. Pada jendela Choose a printer port pilih DOT4_001 (Generic…..).
    NB: Pilihan ini akan muncul jika printer sudah disambungkan ke komputer / laptop.
  5. Pada jendela install the printer driver, pada kotak manufacturer pilih HP, dan menu Printers pilih: HP LaserJet 3055 PCL5
  6. Pilih set default dan lakukan percobaan dengan print test page.

Mudah kan?

Jika masih belum jelas maka silakan lihat sreenshoot langkah per langkah berikut. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Tips dan Trik, Tutorial | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Enam Tahun Sudah Usiamu Nak….

Masih lekat dalam ingat. Kala itu sore hari Jumat. Saat matahari bersiap pulang ke peraduan. Sementara dirimu siap menatap kehidupan. Semenjak pagi bundamu telah bersiap diri. Bersiap untuk sesuatu yang ayah rasa butuh keteguhan hati. Pengalaman pertama melahirkan yang sangat spesial. Ya.. Keputusan dokter untuk melakukan operasi sesar tentu saja bukan pilihan ayah dan bunda. Memang ada alasan medis untuk itu. Tapi bagaimanapun hal itu harus ayah bunda tempuh. Berat pasti, apalagi bagi bundamu.

Ada raut kecemasan dalam wajah bundamu. Dan ayah hanya mampu menguatkan semampu ayah. Meski ayah yakin hal itu tak cukup membantu. Jika pada akhirnya, alhamdulillah, operasi sesar berjalan lancar itu adalah berkat keteguhan dan perjuangan bundamu. Doa-doa yang selama ini ayah bunda panjatkan mendapat jawaban Allah. Dan ayah bunda yakin pasti inilah jalan terbaik. Cara yang spesial untuk menyambutmu menatap dunia.

Menjelang maghrib, 12 Oktober 2012 saat yang ditentukan itupun tiba. Bundamu sudah berganti baju operasi. Lalu disuruh berbaring di tempat tidur beroda siap menuju ruang operasi. Dingin. Dalam genggam erat tangan, ayah mengantar bundamu menuju ruang operasi, bunda didorong di atas tempat tidur. Ya inilah saatnya perjuangan ayah dan bunda bermula. Sampai akhirnya tim medis (tim operasi mengambil alih) menerima bunda untuk proses operasi. Dan pada detik inilah entah perawat atau dokter atau entah siapa mengatakan ” Mohon maaf tidak diperbolehkan masuk, silakan menunggu di luar”

Saat itu ayah merasa kosong. Keinginan ayah untuk mendampingi bundamu tak terkabul. Ayah jabat makin erat bundamu untuk menguatkannya. Memberi dorongan agar kuat melalui proses ini. Belum usai kata-kata itu terucap, ayah harus melepas genggaman tangan. Bundamu dibawa ke ruang operasi.

Detik-detik waktu laksana berhari-hari. Ayah hanya bisa membantu lewat doa. Tetes airmata dalam doa melarut begitu saja. Memikirkan bagaimana kalian menjalani proses ini. Tidak lagi hanya bundamu tetapi juga engkau. Sesaat sebelum adzan berkumandang, kudengar tangismu dari dalam. Ya Allah.. Alhamdulillah.. Ku yakin bahwa engkau telah lahir dengan selamat. Bahagia. Karena detik itu pula aku menjadi seorang ayah. Resmi. Sah. Setidaknya akan ada yang memanggil ayah. Namun bahagia itu belum sempurna. Karena ayah belum tahu bagaimana kondisi bundamu.

Dalam penantian itu, ayah dipanggil masuk oleh salah satu tim medis. Untuk pertama kalinya ayah melihat wajahmu. Mungil. Lucu. Imut. Lalu ayah kumandangkan adzan dan iqomat di telingamu. Dan itulah pertemuan pertama ayah denganmu sebelum tim medis membawamu pergi. Lalu bagaimana dengan bundamu?

Beberapa waktu kemudian bundamu keluar dari ruang operasi. Ayah sambut dengan genggam tangan dan senyum. Dingin sekali terasa bundamu. Sampai harus ayah selimuti berlapis-lapis. ” Bagaimana Aisha?” tanya bundamu. “Alhamdulillah baik, tadi sudah ayah adzan-i”. Bundamu pun ingin sekali bertemu, tetapi ayah katakan masih dibawa tim medis. Ayah mencoba menenangkan bundamu. Setidaknya pulihkan dahulu kondisi tubuh setelah lelah menjalani proses operasi.

Kemudian setelah beberapa waktu, bundamu dipindah ke kamar yang lebih luas, satu kamar satu pasien. Dan kembali bundamu menanyakan keadaanmu. Ayah jawab lagi bahwa kamu masih dibawa tim medis. Malam semakin larut dan bundamu selalu menanyakan bagaimana kabarmu. Ayah lihat raut kekhawatiran bundamu. Apakah kamu baik-baik saja? Apa yang terjadi? Kenapa belum juga diantar ke kamar bunda?

Untuk memastikan, ayah pun menengok ke ruang inkubasi. Kamu masih di tabung itu. Ayah bertanya kepada perawat. ” Anak saya baik-baik saja kan?”… “Iya tidak apa-apa, hanya tadi agak kebiruan sehingga perlu disinari…” Lalu ayahpun memberi jawaban seperti itu kepada bundamu. Tetapi justru itu semakin membuat bundamu gusar. Kalau tidak apa-apa kenapa tidak segera disandingkan.

Ayah pun tak tahu harus bagaimana menjelaskan. Akhirnya ayah sering-sering menengokmu setiap kali bundamu menanyakanmu. Ayah tak tahu lagi bagaimana memberi jawaban, meski ayah tahu kamu baik-baik saja. Sampai akhirnya perawat datang dan menjelaskan kondisimu yang masih harus disinari. Jawaban perawat itu justru semakin menambah galau. Semalaman bundamu tak bisa tidur nyenyak memikirkanmu. Setiap kali terbangun menanyakan kondisimu. Ayahpun selalu memastikan kondisimu meski hanya bisa melihat dari luar ruang inkubasi. Waktu terasa begitu lama. Waktu yang dijanjikan untuk bisa bertemu esok hari, terasa bertahun-tahun.

Pagipun datang dan belum ada tanda-tanda engkau datang. Ayahpun sampai meminta untuk bisa segera dipertemukan. Dan akhirnya sekitar jam 8 pagi engkau diantarkan menemui bundamu. Momen saat itu adalah momen yang paling mengharukan bagi ayah. Saat itulah bundamu terlihat begitu bahagia melihatmu. Dan setelah bersanding denganmu bundamu tertidur begitu pulas. Penantian yang terasa sangat panjang tertunaikan sudah.

.
.
.
.
.

Dan kini enam tahun berlalu sejak engkau hadir di dunia ini. Tepat hari jumat. Ayah dan bunda selalu mendoakan semoga engkau menjadi anak yang sholihah. Mungkin tak ada yang perlu dirayakan di hari ini. Tetapi semoga ini menjadi sebuah kenangan yang akan selalu diingat. Dan semoga engkau selalu tahu bahwa ayah dan bunda menyayangimu..

Ditulis pada Keluarga | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Menulis Semudah Bernafas

Melanjutkan materi tentang menulis berdasarkan apa yang disampaikan pada Kelas menulis Online. Pada bagian kali ini membahas mengenai menulis semudah bernafas. Bernafas itu mudah karena kita tidak perlu berpikir. Menulis menjadi sulit karena kita berpikir karena kita mencampurkan dua pekerjaan menulis dan mengedit. Menulis akan mudah sepanjang kita tidak mencampurkan pekerjaan mengedit dengan menulis. Waktu untuk mengedit membuatuhkan waktu lebih lama daripada menulis. Agar menulis semudah bernafas maka pisahkan antara menulis dan mengedit. Saat menulis lakukan saja, tulis saja. Yang membuat sulit menulis adalah melakukan proses mengedit saat menulis. Saat typo dalam menulis biarkan saja, kata-kata tidak sempurna, titik koma salah, lalui saja. Anda menulis saja dan tidak perlu berfikir. Kunci menulis semudah bernafas adalah pisahkan aktifitas menulis dan mengedit.

Latihan menulis dengan lancar.

Untuk berlatih menulis dengan lancar maka bisa mencoba beberapa tema berikut. Kuncinya tuliskan saja apa yang terlintas dalam benak anda dan jangan berpikir. Sebagai contoh tema berikut:

  1. Kegiatan apa yang anda lakukan kemarin atau aktivitas apa yang anda lakukan kemarin. Kemarin seharian saja ngapain saja. Misal bangun sebelum subuh, lalu sholat, lalu berdzikir, lalu joging, lalu memasak di dapur. Tuliskan sampai anda tidur kembali. Cobalah menulis tanpa memikirkan editing. Waktu menulis hanya menuangkan apa yang ada dalam pikiran anda.
  2. Rencana kegiatan anda besok pagi. Besok pagi akan bangun pagi lalu kegiatan apa saja yang akan dilakukan dari pagi sampai malam. Salah ketik tidak masalah, typo tidak apa-apa, salah kosakata juag tidak masalah.
  3. Baca satu buku lalu tuliskan ulang ringkasannya dengan bahasa sendiri atau meringkas sampai bisa menuliskan dengan lengkap. Ini dilakukan jika tidak punya bahan, bisa meringkas secara keseluruhan atau hanya sebagian saja.
  4. Baca artikel yang ada di website, majalah, koran atau apa saja lalu tuliskan ringkasannya.
  5. Ikuti satu forum misal seminar, pengajian atau yang lainnya. Lalu tuliskan apa yang diingat dalam forum tersebut.
  6. Cobalah mendengar cerita lalu tuliskan cerita tersebut. Sebagai contoh latihan mintalah suami/ istri bercerita lalu tuliskan cerita yang telah anda dengar.
  7. Tontonlah satu film lalu tuliskan inti cerita dari film tersebut atau alur cerita filmnya.
  8. Tulislah riwayat hidup anda. Misal lahir tanggal berapa, kampung asal dimana, sekolah dimana. Atau bisa juga bercerita tentang riwayat keluarga. Ambil salah satu anak anda dan ceritakan mengenai anak tersebut. Menceritakan orang-orang di sekitar anda.
  9. Tuliskan kisah pertemuan pertama kali dengan pasangan. Sesuatu yang berkesan akan selalu teringat dalam jangka waktu yang lama.
  10. Tuliskan kesulitan-kesulitan anda dalam menulis. Apa saja kesulitan yang dihadapi saat akan menulis.

Cobalah untuk memilih salah satu atau beberapa tema lalu lakukan. Jika masih kesulitan dalam menulis maka lakukan metode BRT yaitu Bicara, Rekam dan Transkrip menjadi tulisan. Anda bercerita apa saja lalu anda rekam kemudian dengarkan dan tuliskan hasil rekaman tersebut. Tidak perlu berpikir apakah tulisan berbobot atau bagus. Yang penting belajar menulis dengan cepat. Jangan pikirkan kualitas tulisan.

Jika kita belajar mengemudikan kendaraan maka pasti pada awal akan terasa sulit, terlihat membahayakan orang lain. Tetapi lama-kelamaan akan mahir. Yang penting setelah bisa menulis adalah membiasakan menulis agar insting menulis terasah sehingga ketika akan menulis kita tidak merasa kesulitan.

Jadi kunci menulis semudah bernafas adalah:

  1. Memisahkan aktivitas menulis dan mengedit
  2. Konsentrasi hanya untuk menulis. Tidak perlu memikirkan kualitas.
  3. Membiasakan menulis. Kuncinya adalah menulis, menulis dan menulis.

Selamat menulis….

Ditulis pada Kelas Menulis Online ALINEAKU | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Mengedit Tulisan (Editing Tulisan)

Melanjutkan materi tentang menulis berdasarkan apa yang disampaikan pada Kelas menulis Online. Pada kesempatan kali ini pak Cah menyampaikan tentang editing tulisan. Setelah selesai menulis maka sebelum dipublikasikan naskah perlu diedit terlebih dahulu. Editing pertama kali dilakukan oleh penulis. Editing penulis adalah editing terutama terkait pesan yang akan disampaikan.

Ada 7 bagian dalam proses editing:

  1. Edit Isi

Menulis berarti sedang menulis pesan kepada khalayak. Yang mengetahui pesan adalah penulis sehingga penulis harus melakukan editing tulisan agar pesan sesuai dengan tujuan. Edit tentang isi merupakan edit yang utama agar tidak terjadi bias akibat pemilihan kosakata yang tidak tepat.

  1. Edit Gaya Bahasa

Gaya bahasa banyak ragamnya. Edit gaya bahasa adalah agar terjadi keserasian atau kesesuaian. Dalam sebuah tulisan jika awalnya bergaya formal kemudian di bagian akhir bergaya tidak formal maka ini bisa menjadikan tidak nyaman bagi pembaca atau sebaliknya. Pastikan gunakan gaya bahasa yang konsisten, nyambung dan nyaman dari awal sampai akhir.

  1. Edit Kosakata

Bisa jadi ada kosakata tertentu yang berulang-ulang. Usahakan gunakan kosakata yang berbeda, tidak berulang-ulang. Atau ada kosakata tertentu yang tidak tepat penggunaannya. Misalnya terlalu banyak istilah ilmiah sementara tulisan ditujukan untuk umum.

  1. Edit Paragraf

Ada beberapa kemungkinan:
Mengedit satu paragraf apakah sudah membentuk satu kesatuan makna. Jika paragraf terlalu pendek maka bisa digabung. Atau jika terlalu panjang maka bisa dibagi menjadi beberapa paragraf agar pembaca menjadi nyaman dalam membaca. Dalam satu paragraf sebaiknya ada satu kesatuan makna.
Apakah paragraf yang satu dengan yang lain ada keserasian. Artinya antara satu paragraf dengan yang lain ada keserasian.

  1. Edit Sistematika

Jika membuat satu naskah panjang dan sudah membuat outline maka apakah sudha nyambung antara bagian satu dengan yang lain. Jadi sistematika bisa diubah setelah menulis agar tidak melompat-lompat. Pastikan sistematika nyaman bagi pembaca.

  1. Edit Tanda Baca

Kadang penggunaan tanda baca, titik, koma, tanda seru tidak diperhatikan saat menulis. Tetapi pastikan sebelum mempublish tulisan sudah diedit tanda bacanya.

  1. Editing Akhir

Baca ulang secara keseluruhan dan pastikan bahwa kita yakin tulisan sudah sempurna sesuai keterbatasan kita sebagai manusia.

Setelah semua edit telah kita lakukan maka naskah siap untuk dilakukan editing tulisan oleh tim editor dari penerbit mayor yang akan menyelesaikan edit edit teknis lainnya.

Catatan tentang mengedit bahwa mengedit itu lebih sulit daripada menulis. Menulis itu mudah karena mengalir sesuai dengan naluri yang melintas. Mengedit itu harus berpikir, sementara menulis tidak perlu berpikir. Waktu yang digunakan untuk mengedit lebih banyak daripada menulis. Namun ketika sudah terbiasa maka proses editing akan terasa menjadi lebih mudah.

Sekali lagi sebelum melakukan publikasi maka pastikan tulisan sudah diedit dengan sebaik-baiknya.

#KMO

#Alineaku

Ditulis pada Kelas Menulis Online ALINEAKU | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

Lawas atau Anyar Yang Penting Lancar…

Pernah suatu kali melihat teman posting di FB-nya foto sepeda motor laki model ‘yang terbilang’ baru lalu diberi tagline “Seadanya yang penting lancar” Sayapun mengomentari postingan tersebut. Kalau motor bagus seperti itu dibilang seadanya lalu Blitz lansiran tahun 2004 dibilang apa.. 😀 Ya tentu saja itu dalam konteks bercanda saja.

Sepeda motor memang menjadi kebutuhan ‘pokok’ sebagai bagian dari kategori kendaraan. Kendaraan yang lancar merupakan salah satu dari kunci orang bahagia. Kendaraan yang lancar siap digunakan kemana saja dan kapan saja. Mau digunakan ke kondangan ayuk aja… Mau digunakan ke kantor juga oke… Mau digunakan jalan-jalan juga beres… Gak pake mogok.. Mau digunakan siang hari oke.. Mau digunakan malam hari juga siap…

Kendaraan yang lancar merupakan salah satu dari kunci orang bahagia

Hanya saja mungkin bagi sebagian orang, kendaraan yang lancar itu pasti yang baru, kinyis-kinyis. Ya bisa juga sih.. Secara barang masih baru pasti jaminan oke. Tapi bukan berarti yang lansiran jaman old tidak bisa dikatakan kendaraan yang lancar.

Memang sih kalau kita punya kendaraan lawas kudu open (bahasa jawa: rajin merawat). Kalau ada rewel dikit sebaiknya segera dibereskan agar tidak merembet kemana-mana. Dan yang pasti kudu rajin ke salon (baca:bengkel) untuk perawatan rutin. Ya beda-beda tipis sama kitalah. Kalau sudah berumur banyak juga harus rajin perawatan biar tetap tokcer. 😀

Dan juga yang tidak kalah penting tetap syukuri apapun yang kita miliki. Lawas atau anyar yang penting lancar….

 

 

Ditulis pada Selintas Lalu | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Emang Belum Rejekinya…

“Pernah suatu kali saya membelikan susu sapi murni untuk anak-anak.” Ceritapun bermula.
“Lalu susu itu diminum berdua oleh si kakak dan adik.. Sementara susu yang satunya saya taruh di motor. Harapannya sih agar bisa diminum nanti..”
“Waktu berlalu dan saya sama sekali lupa kalau menaruh susu sapi murni di motor. Tahunya saat si nomor dua merasakan celananya basah saat naik motor..”
“Lha saya bingung, basah kenapa.. hujan tidak, habis dicuci juga enggak…Lalu waktu berhenti saya tengok, oalah astaghfirullah.. ternyata susu yang tadi dicantelkan di motor pecah dan mengenai si nomor dua”

Andai saja susu tadi diminum sehabis beli  mungkin tidak ada ceritanya susu itu pecah dan malah tidak dapat dinikmati. Saya bilang memang belum rejekinya. Lalu saya mencoba membuat sebuah kesimpulan bahwa rejeki itu adalah apa yang bisa kita nikmati.

…rejeki itu adalah apa yang bisa kita nikmati…

Sementara apa yang tidak bisa kita nikmati berarti belum menjadi rejeki. Boleh jadi kita memiliki sesuatu tetapi jika kita tidak dapat menikmatinya maka belum bisa dikatakan rejeki. Ya itu tadi contohnya. Beberapa waktu saya memiliki susu untuk si nomor dua, eh tiba-tiba saja susu itu pecah dan tumpah sehingga tak satupun yang bisa menikmati. Baik dari sisi saya yang membelikan atau dari sisi si nomor dua yang dibelikan, dua-duanya belum menjadi rejeki. Yang jadi rejeki mungkin si penjualnya.. Mungkin saja lho ya..

Dan yang pasti rejeki itu tak pernah tertukar. Kalau memang sudah rejekinya insya Allah bisa dinikmati. Tapi kalau memang belum rejeki maka tak pernah sekalipun kita bisa menikmatinya.

Tetap khusnudzon kepada Allah bahwa kita akan diberi rejeki sesuai apa yang kita butuhkan.

Ditulis pada Selintas Lalu | Tag , | Tinggalkan komentar

Sosialisasi Tulisan

Pada video ketiga ini Pak Cah membahas cara mensosialisasikan hasil karya tulis kita atau bahasa sederhananya sosialisasi tulisan. Pekerjaan seputar menulis terdiri dari tiga hal yaitu menulis, mengedit dan mensosialisasikan atau mempublikasikan. Tiga hal ini bisa juga dilakukan oleh orang yang sama atau berbeda-beda. Misal kita ingin melakukan sendiri maka kita butuh kemampuan untuk menulis, mengedit dan mensosialisasikan atau mempublikasikan. Kenapa kita perlu mempublikasikan tulisan? Karena tulisan akan memberi manfaat ketika sudah dipublikasikan. Namun saat belajar menulis tidak selalu harus dipublikasikan. Tulisan-tulisan yang tidak dipublikasikan sudah bisa mencapai kemanfaatan-kemanfaatan tertentu. Tetapi jika ingin manfaat yang lebih luas maka perlu dipublikasikan.

Namun ada kemanfaatan ketika tulisan dipublikasikan yaitu akan menantang untuk menulis kembali. Manfaat yang lain adalah mendapat kepuasan setelah tulisan dipublikasikan.

Di jaman sekarang publikasi tulisan semakin mudah, berbeda dengan jaman dahulu yang harus mengantri di meja redaksi. Hal ini dikarenakan sarana publikasi hanya melalui percetakan. Jaman sekarang media publikasi menjadi mudah karena kita sendiri yang memutuskan. Kita bisa mempublikasikan melalui teknologi yang dimiliki seperti web/ blog.

Beberapa catatan cara sosialisasi tulisan.

1. Melalui media sosial atau grup grup chating.
Media sosial atau grup jangan hanya digunakan untuk curhat tetapi untuk mensosialisasikan tulisan yang kita buat. Sisi positifnya adalah kita akan mendapat feedback secara langsung dari teman-teman dalam grup.

2. Melalui blog atau web
Jika medsos cenderung untuk sesuatu yang hiburan maka web/blog sifatnya lebih serius dibanding misal instagram atau facebook. Web atau blog cenderung berbentuk tulisan yang lebih serius. Web atau blog boleh milik sendiri atau membuat akun pada website atau portal publik semisal kompasiana.

3. Menggunakan media-media cetak
Semisal memasukkan tulisan di koran, majalah, tabloid atau jurnal-jurnal. Media-media ini sudah memiliki tim redaksi dan sifatnya kompetisi.

4. Mempublikasikan dalam bentuk buku
Yaitu membuat buku sendiri. Adapun caranya akan dibahas pada bagian tersendiri yaitu mengenai membuat buku.

Cara apapun yang dipilih untuk mempublikasikan yang terpenting adalah membuat bahan tulisan yaitu menulis, mengedit dan mempublikasikan.

#KMO
#Alineaku

Ditulis pada Kelas Menulis Online ALINEAKU | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Proses Memulai Menulis

Menyambung materi selanjutnya tentang menulis. Kali ini membahas cara/ proses memulai menulis sesuai dengan panduan video ketiga dari Pak Cah. Hal pertama yang dibahas adalah Modal menjadi penulis. Yup, menjadi seorang penulis harus memiliki modal.

Modal menulis bukanlah bakat. Namun jika memang diberi bakat menulis ya alhamdulillah. Dalam bukunya Naning Pranoto, penulis senior, disebutkan enam modal menjadi penulis.

1. Tekad mantap untuk menulis

Bertekad untuk menulis, bertekan untuk menjadi penulis. Tekad menjadi modal yang luar biasa. Jika tekad sudah mantap maka semua kendala akan mudah diselesaikan, termasuk jika mood sedang tidak baik.

2. Banyak membaca

Untuk menjadi penulis harus banyak membaca. Buku, artikel, web, blog dan lain-lain. Makin banyak membaca makin banyak modal kita untuk menulis.

3. Banyak bergaul

Menulis bukan berarti mengurung diri di kamar, tidak bergaul, tidak berinteraksi dengan banyak kalangan. Tulisan kita akan lebih realistis, lebih hidup, lebih sesuai kenyataan dan realitas permasalahan hidup jika kita banyak bergaul dan berteman. Menjalin persahabatan tidak hanya dengan orang-orang yang sudah kita kenal, tetapi juga dengan orang-orang baru.

4. Belajar bahasa dan kosakata

Mungkin dalam proses awal menulis kita merasa tidak banyak kosatakata. Sembari berproses menulis kita juga bersedia untuk belajar diantaranya belajar kosakata. Ada tiga cara mempelajari kosakata.

  1. Sesekali waktu membuka kamus sehingga mengerti kosakata-kosakata baru.
  2. Membaca tulisan orang, buku atau karya tulis lainnya. Dengan demikian kita tidak hanya belajar kosakata tetapi juga bagaimana penggunaan kosakata tersebut.
  3. Menuliskan kosakata yang sudah dipelajari.

5. Memiliki sarana untuk menulis

Sarana menulis: laptop, komputer, gadget, smartphone. Jika tidak punya maka bisa menyewa atau pinjam teman. Atau jika tidak memungkinkan maka bisa dengan buku tulis. Lalu bisa dituliskan ulang ketika kita sudah memiliki sarana. Jangan merasa berat untuk membeli sarana menulis.

6. Punya tekad menghasilkan tulisan yang bermutu

Dalam menulis ada tekad untuk membuat tulisan yang bermutu, bermanfaat. Tidak hanya sekedar menulis, tetapi juga bisa bermanfaat.

Tidak semua modal harus dimiliki di awal, tetapi ada modal yang bisa dipelajari sembari proses menulis. Salah satu modal yang harus dimiliki sejak awal adalah tekad menulis. Adapun modal lainnya bisa kita tambahkan sembari menulis.

Kemudian dibahas pula mengenai langkah-langkah dalam proses memulai menulis antara lain:

1. Tentukan bentuk atau jenis tulisan yang akan dihasilkan

Sifat tulisan apakah fiksi atau non fiksi. Satu tema tertentu bisa dibuat fiksi atau non fiksi.

2. Menentukan tema tulisan

Tema atau jenis tulisan bisa dibolak-balik mana yang lebih dulu. Yang pasti harus ada tema dan bentuk tulisan.

3. Tetapkan siapa yang ingin anda sasar/ pangsa pasar

Setiap pangsa pasar memiliki jenis dan corak yang khas. Jika menulis untuk anak-anak maka menggunakan bahasa yang mudah untuk anak-anak misal, font besar-besar, banyak gambar dan lain-lain. Untuk segmen remaja ada gaya penyampaian yang sesuai dengan setting dunia remaja, istilah-istilah, cara penyebutan maupun covernya. Begitu pula untuk sasaran dewasa.

4. Membuat kerangka atau outline tulisan

Kerangka tulisan ada yang tertulis atau hanya ada dalam benak kita. Tapi bagaimanapun kerangka itu harus ada. Misal kerangka karya ilmiah populer berisi pendahuluan, pembahasan isi, penutup. Kerangka itu harus ada dalam frame benak kita meski tidak ditulis.

5. Memulai menulis

Prinsip dalam proses memulai menulis adalah dimulai dari bagian yang paling mudah. Inilah pentingnya membuat kerangka atau outline. Misal saat pak Cah membuat buku Wonderful Love, terdiri 10 bagian. Ada pendahuluan, pengantar, 10 bab, penutup. Setelah membuat outline maka mulai menulis dari hal yang paling mudah. Tidak ada keharusan untuk memulai dari bagian awal (secara urut dari depan ke belakang). Gunanya untuk menjamin kelancaran menulis dan membentuk mood kita karena kita lancar menulis di awal-awal sehingga semangat untuk melanjutkan bagian-bagian selanjutnya. Untuk bagian yang paling sulit kita tulis di paling akhir.

#KMO

#Alineaku

Ditulis pada Kelas Menulis Online ALINEAKU | Tag , , , , | Tinggalkan komentar